Pivot Points: Pengertian dan Cara Menggunakannya

Traders Family Advanced, Tutorial Forex 0 Comments

Share this Post

Mengetahui batas pergerakan harga merupakan kunci utama untuk menyusun strategi trading. Pivot points hadir sebagai alat bantu penentu support dan resistance dengan hitungan yang pasti.

Pengertian Pivot Points

Pivot points adalah alat bantu (indikator) yang sering dipakai trader harian untuk mencari level support (batas bawah) dan resistance (batas atas). Tujuannya untuk mencari tahu di mana harga kemungkinan akan memantul berbalik arah (bounce), atau justru tembus terus (breakout).

Kelebihan utama pivot points dibandingkan alat ukur lain adalah sifatnya yang pasti dan tidak tebak-tebakan (objektif). Saat membuat garis support/resistance biasa atau memakai Fibonacci, hasilnya bisa berbeda-beda karena tiap trader punya gaya sendiri dalam menarik garisnya. 

Nah, beda cerita dengan pivot points. Indikator ini dihitung menggunakan rumus baku, sehingga trader mana pun di seluruh dunia akan melihat garis acuan yang sama persis di layar mereka.

Berikut adalah contoh penampakan garis pivot points saat trading:

pivot points dalam trading

PP = Pivot Points
R = Resistance
S = Support

Cara Menghitung Level Pivot

Cara paling umum untuk menghitung level pivot adalah dengan menggunakan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, serta harga penutupan dari sesi trading sebelumnya.

Jika bingung dalam menentukan sesi trading manakah yang harus dijadikan patokan, Anda bisa menggunakan patokan penutupan sesi Amerika, atau yang biasa disebut dengan New York Close (pukul 17:00 EST). Sesi ini adalah standar yang paling banyak digunakan oleh trader dari seluruh dunia sebagai acuan pergantian hari.

Berikut cara menghitung level pivot:

Pivot points (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3

Resistance pertama (R1) = (2 x PP) – harga terendah

Support pertama (S1) = (2 x PP) – harga tertinggi

Resistance kedua (R2) = PP + (harga tertinggi – harga terendah)

Support kedua (S2) = PP – (harga tertinggi – harga terendah)

Resistance ketiga (R3) = harga tertinggi + 2 (PP – harga terendah)

Support ketiga (S3) = harga terendah – 2 (harga tertinggi – PP)

Jika melihat dari contoh gambar di atas, Anda mungkin melihat ada sebuah garis tambahan di antara masing-masing level support & resistance. Garis-garis tambahan ini dibuat oleh software yang mengukur level pivot di platform trading yang digunakan. Garis-garis ini disebut sebagai intermediate level atau mini levels.

Jika menggunakan perhitungan di atas untuk mencari level pivot, Anda bisa menggambar garis horizontal di layar MT4 setelah mendapatkan nilai dari masing-masing support/resistance/level pivot. 

Namun jika Anda malas untuk melakukan perhitungan rumit tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Platform trading modern saat ini (seperti MT4/MT5 atau TradingView) sudah menyediakan pivot points indicator bawaan. 

Anda tinggal mengaktifkan indikator tersebut, dan garis-garis level pivot akan tergambar secara otomatis di chart Anda tanpa perlu memasukkan angka manual.

Tiga jenis pivot points

Jika Anda membuka menu pengaturan indikator pivot points di platform trading, Anda mungkin akan melihat ada tiga jenis perhitungan yang bisa dipilih. Masing-masing level pivot memiliki keunggulannya masing-masing. Namun jika Anda ragu, maka disarankan untuk memilih level pivot yang standar.

Namun Anda juga sebaiknya mengetahui mengenai masing-masing level pivot dan apa kelebihannya dibandingkan dengan jenis level pivot lainnya. Berikut penjelasannya:

Woodie: Formula level pivot woodie lebih menitikberatkan pada harga penutupan periode sebelumnya. Support & resistance yang dihasilkan dari perhitungan woodie sangat berbeda jauh dibandingkan dengan metode standar. Contohnya, PP standar adalah R1 woodie, S1 standar adalah S2 woodie dan seterusnya.

Camarilla: Konsep utama dari PP camarilla adalah berdasar dari pendapat yang mengatakan bahwa harga cenderung kembali ke harga penutupan hari sebelumnya. Trader yang menggunakan PP camarilla umumnya melakukan buy/sell saat harga mendekati S3/R3. Namun jika harga menembus R4/S4, maka pergerakan harga di hari tersebut sangatlah kuat yang mengindikasikan adanya trend.

Fibonacci: Level PP Fibonacci ini awalnya didapatkan dengan menggunakan cara standar. Berikutnya, kalikan selisih harga tertinggi (High) dan terendah (Low) dari periode sebelumnya dengan rasio Fibonacci (seperti 38.2%, 61.8%, dan 100%). Lalu, tambah atau kurangi hasil perkalian tersebut dari nilai Pivot Point (PP) standar untuk menemukan level support dan resistance barunya.

Strategi Trading Menggunakan Pivot Points

Strategi trading menggunakan level pivot kurang lebih sama seperti support & resistance. Saat harga berkali-kali bergerak ke arah sebuah level support atau resistance lalu memantul kembali, maka makin kuatlah level support atau resistance tersebut.

Sama halnya dengan level pivot. Bila Anda melihat sebuah level pivot yang cukup kuat, ini adalah kesempatan yang baik bagi Anda untuk menyusun strategi trading. Ada dua kondisi pasar yang mana level pivot bisa digunakan, yakni kondisi pasar ranging dan kondisi pasar breakout.

Level Pivot di Kondisi Pasar Ranging

Inti dari trading menggunakan pivot point ini kurang lebih seperti ini:

Jika harga mendekati salah satu level resistance (R1, R2, R3), Anda bisa pasang posisi sell dan menempatkan stop loss sedikit di atas level resistance.

Jika harga mendekati salah satu level support (S1, S2, S3), Anda bisa pasang posisi buy dan tempatkan stop loss sedikit di bawah level support.

Sesederhana itulah cara menggunakan pivot point di kondisi pasar yang sedang ranging. Ada juga trader yang menggunakan analisa Japanese candlestick ketika harga menyentuh salah satu level support/resistance untuk mendapatkan konfirmasi apakah trend akan terus berjalan atau bahkan terjadi reversal.

Level Pivot di Kondisi Pasar Trending

Sama seperti support & resistance standar, tidak selamanya harga terus bergerak naik dan turun di level pivot yang sama. Sering kali harga terus merangsek naik ataupun turun setelah bersinggungan dengan salah satu level. Inilah yang dinamakan dengan breakout.

Salah satu keuntungan level pivot adalah indikator ini juga bisa digunakan untuk mencari tahu kapan kiranya sebuah trend terbentuk, sekalian menunggangi trend tersebut lebih awal dan mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi!

Ada dua cara penggunaan level pivot saat trading breakout:

Cara agresif: Cara yang pertama ini digunakan ketika Anda yakin bahwa harga akan menembus level support/resistance saat pertama kali bergerak mendekati level support/resistance tersebut.

Cara cari aman: Langkah kedua ini mengharuskan Anda untuk menunggu. Pastikan apakah harga sekadar menguji level support atau resistance yang ada, atau benar-benar menembusnya sebelum mulai trading.

Perlu diketahui bahwa ketika harga bergerak menembus support/resistance yang pertama (R1 atau S1), maka level tersebut akan beralih fungsi. Contoh, jika harga menembus resistance pertama dan bergerak mendekati resistance kedua, maka R1 akan berubah menjadi support dan R2 akan menjadi resistance-nya.

Pivot Point sebagai Pendeteksi Sentimen Pasar

Cara lain penggunaan level pivot adalah untuk membaca seperti apa sentimen yang ada di pasar forex. Dengan menggunakan level pivot, Anda bisa mengetahui pihak mana yang sedang menguasai pasar, pembeli atau penjual. Cara mudahnya adalah dengan mengibaratkan level-level pivot sebagai lapangan sepak bola.

Bayangkan PP sebagai garis tengah lapangan sepak bola tempat biasanya kick-off dilakukan. Sedangkan R1, R2, R3 adalah level-level di mana tim sepak bola melakukan serangan (buy), dan S1, S2, S3 sebagai level di mana tim sepak bola bertahan (sell). Bola anggaplah sebagai harga yang terus bergerak naik dan turun.

Saat harga naik di atas PP, ini adalah waktu yang paling tepat untuk menyerang (buy). Harga yang terus merangsek naik menembus R1, R2 atau bahkan R3 adalah sebuah indikasi bahwa para pembeli sedang menguasai pasar, sama seperti tim sepak bola yang sedang menggiring bola untuk mendekati gawang lawan.

Ketika harga terus turun di bawah level PP, ini merupakan pertanda yang kuat bahwa para penjual sudah berhasil mengalahkan pembeli di pasar forex dan kondisi pasar menjadi bearish. Kondisi ini sama seperti seorang pesepak bola yang ditekel hingga terjatuh dan bola dikuasai oleh pihak lawan. Bola pun masuk ke daerah pertahanan.

Nah, yang perlu diwaspadai adalah adanya counter attack! Sama seperti permainan sepak bola, tak selamanya bola berhasil dikuasai oleh satu tim. Ada kalanya saat sedang asyik menyerang, tim yang sedang bertahan berhasil merebut bola dan mengirimkan umpan lambung jauh ke depan, jatuh di kaki penyerang yang berlari kencang dan akhirnya berhasil mencetak gol.

Ibaratkan kejadian counter attack di atas seperti reversal di pasar forex. Reversal sering kali terjadi begitu cepat, padahal harga sedang bergerak di level R1 – R2. Dalam sekejap mata akibat adanya pengumuman data ekonomi yang penting mengakibatkan harga terjun bebas dari level R2 ke level S2. Jika Anda tidak mengantisipasi hal ini dengan memasang stop loss, tidak bisa dibayangkan berapa besar kerugian yang harus diderita.

Secara garis besar, level pivot adalah support & resistance, namun karena sifatnya yang objektif, membuat pivot points lebih banyak dipilih oleh para trader untuk dijadikan acuan menentukan level support & resistance.

Pemahaman tentang pivot points akan semakin lengkap jika dibarengi dengan kemampuan membaca pola pergerakan harga. Selanjutnya, pelajari Teori Elliott Wave dan bagaimana cara menggunakannya dalam analisis trading. Klik tombol di bawah ini untuk membaca selengkapnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published.