Mengenal Fibonacci Retracement untuk Analisis Teknikal

Traders Family Advanced, Tutorial Forex 0 Comments

Share this Post

Secara umum, Fibonacci adalah salah satu bidang studi di matematika. Namun, Fibonacci banyak digunakan di berbagai aspek kehidupan, salah satunya di trading forex! Ada berbagai studi Fibonacci di dunia. Salah satunya seperti yang akan dibahas yaitu retracement.

Apa Itu Fibonacci?

Fibonacci adalah seorang ahli matematika dari Italia. Ia menemukan rangkaian angka sederhana yang kemudian dijadikan rasio untuk menjelaskan berbagai kejadian alam. Rasio Fibonacci dimulai dari baris angka sederhana berikut ini: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dst.

Untuk mendapatkan angka ini, caranya mudah sekali. Dimulai dari dua angka yang pertama, bila dijumlahkan akan mendapatkan angka yang ketiga. 0 + 1 = 1, 1 + 1 = 2, 1 + 2 = 3, dan seterusnya. Yang unik, jika kita membagi salah satu angka dengan angka berikutnya, kita akan mendapatkan angka desimal 0,618 (setelah dibulatkan). Contohnya, 34 : 55 = 0,618.

Namun, jika kita membagi salah satu angka di deret Fibonacci dengan angka sebelumnya, kita akan selalu mendapatkan hasil yang mendekati angka yang sama, yakni 1,618. Contohnya, 55 : 34 = 1,6176 (dibulatkan menjadi 1,618). 

Angka ajaib inilah yang di dunia matematika maupun trading dikenal dengan sebutan golden ratio atau rasio emas. Mungkin sekarang Anda berpikir, lalu, apa hubungannya semua matematika ini dengan trading?

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghitung deret angka ini secara manual saat trading! Platform trading sudah menghitung dan menggambarkannya secara otomatis. Namun, memahami asal-usul golden ratio ini penting agar Anda paham mengapa pergerakan harga pasar sering kali mematuhi level-level Fibonacci tersebut.

Apa Itu Fibonacci Retracement?

Dalam pergerakan market forex, harga tidak hanya bergerak lurus. Pergerakannya mirip seperti orang yang sedang mendaki gunung. Orang tersebut tidak akan terus mendaki tanpa henti bukan? Pasti ada suatu waktu harus istirahat untuk ambil napas.

Nah, momen istirahat inilah yang dalam bahasa trading disebut sebagai retracement (koreksi harga sementara). Jadi, apa itu Fibonacci retracement? 

Secara sederhana, Fibonacci retracement adalah sebuah alat analisis teknikal yang digunakan trader untuk memprediksi di titik mana harga akan selesai beristirahat dan memantul kembali mengikuti arah trend utamanya. 

Alat ini membentangkan garis-garis rasio (seperti 23.6%, 38.2%, 50.0%, dan 61.8%) yang berfungsi layaknya jaring penangkap, di mana level-level ini bertindak sebagai area support atau resistance.

Trader bisa menggunakan garis-garis Fibonacci ini sebagai acuan strategis untuk mencari peluang entry yang ideal, alih-alih asal masuk ke pasar secara buta atau hanya modal tebak-tebakan

Fungsi Fibonacci dalam Trading Forex

Fibonacci retracement digunakan untuk mendeteksi area support dan resistance. Hampir semua platform trading forex yang disediakan oleh broker memiliki fungsi Fibonacci retracement ini. 

Untuk memasukkan Fibonacci ke grafik MetaTrader 4, sebelumnya Anda harus mencari tahu titik swing high dan swing low.

  • Swing high adalah candlestick yang paling tinggi dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.
  • Swing low adalah candlestick yang paling rendah dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.

Begini contohnya:

Harap diingat bahwa Fibonacci retracement lebih cocok digunakan untuk kondisi pasar yang sedang trending. Bisa dilihat pada grafik GBP/USD H4 di atas, pasar sedang uptrend. Untuk menentukan level, Anda bisa menarik garis Fibonacci retracement dari swing low ke swing high.

Di aplikasi MT4, Anda bisa mengaktifkan alat ini dengan klik menu “Insert”, pilih “Fibonacci”, lalu klik “Retracement”. Cara yang lebih cepat, Anda juga bisa langsung menekan ikon ‘Draw Fibonacci Retracement’ yang berderet di bagian atas layar MT4 Anda. 

Setelah aktif, klik dan tarik garis untuk menghubungkan titik swing low ke swing high. Berikut penampakannya setelah level-level Fibonacci terbentuk.

Dengan menarik garis lurus dari swing low ke swing high, MT4 akan otomatis membuat level-level retracement di layar. Saat pasar sedang uptrend, garis-garis Fibonacci retracement ini dijadikan support level ketika harga turun dan membentur salah satu garis Fibonacci. 

Setelah itu, trader akan menjadikan garis-garis Fibonacci ini sebagai acuan untuk pasang order buy saat harga bergerak naik kembali. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, harga kembali bergerak naik (memantul) setelah menyentuh kisaran level 38.2%. 

Nah, jika Anda jeli dan membuka order buy di sekitar area retracement tersebut, Anda memiliki peluang yang sangat besar untuk mendulang profit. Lalu, bagaimana dengan kondisi pasar saat downtrend? Caranya gampang! Cukup tarik garis dari swing high ke swing low. Begini contohnya:

Dari contoh grafik USD/CHF H4 di atas, cari kondisi di mana pasar sedang downtrend, lalu cari titik tertinggi awal downtrend dan titik terendah. Setelah berhasil menemukannya, lalu tekan tombol “Draw Fibonacci Retracement” yang ada di bagian atas layar MT4, lalu tarik garis lurus yang menghubungkan swing high dan swing low.

Begini penampakannya saat level-level Fibonacci sudah terbentuk:

Di kondisi pasar downtrend, level Fibonacci berfungsi sebagai resistance. Trader menjadikan garis-garis Fibonacci ini sebagai patokan untuk buka order sell. Terlihat harga sempat beberapa kali mencoba naik dan menguji level 38.2%, tapi selalu gagal menembus ke atas. 

Momen penolakan (rejection) di area resistance Fibonacci ini adalah sinyal bagus. Jika Anda membuka order sell di kisaran level tersebut, peluang trading Anda untuk berakhir profit tentu akan jauh lebih tinggi.

Namun sayang, meski canggih, tidak selamanya Fibonacci retracement ini benar. Ada kalanya harga bergerak di luar perkiraan dan menembus semua level retracement yang sudah dibuat.

Tidak ada yang tahu pasti apakah harga akan bergerak jauh melampaui semua garis Fibonacci yang ada, sebelum kembali bergerak ke arah trend sebelumnya atau justru malah terjadi reversal.

Kendala lainnya saat menggunakan Fibonacci retracement adalah setiap trader punya pendapat yang berbeda-beda untuk menentukan di manakah sebaiknya meletakkan swing high dan swing low. Hal ini berakibat pada level retracement antara satu trader dengan yang lainnya akan cenderung berbeda.

Untuk mendapatkan signal trading yang lebih akurat, padukan Fibonacci retracement dengan beberapa alat analisa teknikal lainnya. Klik tombol di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.