Cara Menentukan Support & Resistance dalam Analisis Teknikal

Traders Family Advanced, Tutorial Forex 0 Comments

Share this Post

Support & resistance adalah metode analisis teknikal yang paling sering digunakan di trading forex. Pada praktiknya, setiap trader bisa punya cara ukur yang berbeda-beda. Tapi sebelum pusing memikirkan cara mengukurnya, pahami konsep dasarnya terlebih dahulu.

Konsep Dasar Support & Resistance

Perhatikan gambar di bawah ini:

Setiap kali harga bergerak naik lalu segera kembali turun ke bawah, titik tertinggi yang dicapai sebelum harga bergerak turun kembali dinamakan dengan resistance

Sedangkan titik terendah yang dicapai sebelum harga bergerak naik kembali dinamakan dengan support. Dengan demikian, keduanya akan terus terbentuk sepanjang waktu saat harga bergerak naik dan turun.

Cara Menentukan Support & Resistance

Hal yang perlu Anda ingat adalah bahwa level support maupun resistance bukanlah sebuah angka pasti. Sering kali Anda melihat harga bergerak melampaui garis support/resistance yang sudah Anda buat. 

Namun ternyata bukannya breakout yang terjadi, melainkan “pasar sedang menguji” level support/resistance tersebut. Bila Anda menggunakan grafik candlestick, pengujian pasar ini terlihat dari bayangan candlestick.

Bisa dilihat pada gambar di atas, shadow candlestick beberapa kali menembus garis support. Ini adalah peristiwa di mana level support sedang diuji oleh pasar. Di saat harga mulai menembus garis support, mungkin Anda mengira akan terjadi sebuah breakout, tapi ternyata tidak demikian kenyataannya.

Lalu bagaimana caranya mengetahui bahwa level support sedang diuji atau justru breakout-lah yang sedang terjadi?

Sayangnya, tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan tersebut. Ada trader yang mengatakan bahwa breakout terjadi ketika candlestick ditutup di bawah level support. Namun tidak selamanya kondisi tersebut mengisyaratkan terjadinya breakout. Berikut contohnya:

Banyak trader pemula terjebak di sini. Mereka buru-buru open posisi sell karena melihat candle panjang menembus support dan mengira harga akan terus turun. Awalnya mungkin floating profit, tapi tiba-tiba harga berbalik arah naik dengan tajam. Siap-siap gigit jari karena Anda baru saja kena fakeout (breakout palsu)!

Lalu, bagaimana cara agar tidak gampang tertipu jebakan ini? Kuncinya cuma satu: Ubah mindset Anda. Jangan pernah menganggap Support & Resistance sebagai satu garis angka yang kaku, melainkan perlakukanlah sebagai sebuah AREA atau ZONA.

Anda bisa menggunakan grafik garis untuk menentukan area support and resistance forex. Alasannya, grafik garis hanya fokus pada harga penutupan (close price), sehingga otomatis menyaring ‘kebisingan’ dari harga tertinggi dan terendah (ekor candle).

Sering kali, bayangan atau ekor panjang pada candlestick (High/Low) hanyalah bentuk kepanikan atau emosi sesaat para trader di pasar forex. Itu sebabnya banyak trader yang terkecoh jika hanya berpatokan pada ujung ekor candle.

Agar tidak terkecoh oleh ‘kepanikan sesaat’ ini, Anda harus mencari tahu ke mana arah pergerakan harga yang sesungguhnya. Cara paling gampangnya adalah dengan ganti ke grafik garis (line chart).

Dalam menggunakan grafik garis, carilah area di mana pergerakan harga membentuk lebih dari satu titik tertinggi atau titik terendah. Perhatikan gambar di bawah:

Sifat Unik Support & Resistance

Support & resistance memiliki sejumlah sifat unik. Berikut beberapa di antaranya:

  • Bertukar Peran (Role Reversal): Ketika harga bergerak melampaui resistance, level tersebut kemudian bisa berubah menjadi support.
  • Semakin Sering Disentuh = Semakin Kuat: Makin sering suatu level disentuh tanpa mampu ditembus dan menjadi breakout, maka makin kuatlah area support atau resistance tersebut.
  • Ledakan Breakout: Makin lama sebuah area berhasil menahan harga, makin kuat pula penumpukan tenaganya. Ketika area penahan ini akhirnya berhasil ditembus, pergerakan harganya (breakout) biasanya akan meledak dan meluncur kencang!

Dengan banyak latihan, Anda bisa mengidentifikasi di manakah potensi area dengan lebih mudah. Sejauh ini, kita sudah membahas support dan resistance yang bentuknya mendatar (horizontal). 

Lalu, bagaimana cara memetakan batas atas dan bawah saat pergerakan harga sedang menanjak naik atau merosot turun? Jawabannya ada pada analisis trend lines. Klik tombol di bawah ini untuk mempelajari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.