Share this Post
Chart pattern adalah pola visual pergerakan harga yang membantu trader memprediksi arah pasar dengan tingkat akurasi tertentu.
Secara lebih spesifik, gunanya untuk menganalisis arah pergerakan harga dengan lebih mudah dan tepat sehingga dapat menentukan titik beli/jual yang akurat dan membatasi risiko kerugian.
Ada banyak sekali jenis chart pattern, namun semuanya selalu dikelompokkan ke dalam tiga jenis utama yaitu reversal, continuation, dan bilateral. Berikut pembahasan lebih lanjut dari masing-masing pola tersebut.
1. Reversal
Jenis pola grafik yang pertama adalah reversal pattern. Pola ini merupakan formasi yang memberikan signal trading bahwa trend yang sedang berlangsung akan mengalami pembalikan arah.
Jika pola reversal terlihat selama keadaan uptrend, ini petunjuk adanya kemungkinan harga akan berbalik turun nantinya. Sebaliknya, kalau reversal pattern terjadi saat keadaan sedang downtrend, berarti menandakan harga akan segera mengalami kenaikan.
Berikut keenam reversal chart pattern beserta panduan posisi entry, target, dan stop loss-nya:

Letakkan entry position setelah harga berhasil menembus (breakout) garis support/resistance atau neckline.
Untuk penempatan Target Profit (TP) dan Stop Loss (SL), Anda bisa langsung menjadikan garis biru pada gambar di atas sebagai patokan.
Penempatan SL di area swing high/low terdekat (seperti di area bahu kanan pada Head & Shoulders) akan menjaga rasio risiko dan keuntungan (Risk/Reward Ratio) Anda tetap ideal.
2. Continuation
Jenis continuation pattern merupakan formasi pola yang memberikan signal untuk melanjutkan trend sebelumnya.
Pola grafik ini menandakan sebuah fase konsolidasi, di mana pembeli atau penjual sedang break (istirahat) sejenak sebelum akhirnya melanjutkan pergerakan harga ke arah yang sama dengan trend awal.
Berikut jenis-jenis continuation pattern beserta panduan posisi entry, target, dan stop loss-nya:

Untuk trading menggunakan pola ini, ketahui dahulu trend utama (uptrend atau downtrend) yang sedang terjadi. Lalu, letakkan entry position setelah harga terkonfirmasi menembus (breakout) batas pola konsolidasi searah dengan trend utama tersebut.
Jangan asal menebak target! Gunakan ukuran tiang (flagpole) atau lebar rentang pola sebelumnya sebagai acuan Target Profit yang logis (seperti garis putus-putus biru pada gambar di atas).
Sementara untuk Stop Loss, letakkan di batas luar pola konsolidasi (misalnya di bawah level support untuk uptrend) agar posisi Anda aman dan tidak mudah tersentuh oleh fluktuasi harga normal.
3. Bilateral
Untuk bilateral pattern, Anda harus sedikit lebih jeli. Berbeda dengan pola lainnya, pola ini sifatnya bisa menjadi reversal atau malah melanjutkan trend. Dengan kata lain: harga bisa naik, tapi bisa juga turun.
Berikut adalah jenis-jenis bilateral pattern (Ascending Triangle, Descending Triangle, dan Symmetrical Triangle) beserta skenario arah breakout-nya:

Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan kedua skenario. Tempatkan entry position di atas batas formasi dan satu lagi di bawah formasi (seperti panduan garis biru dan hijau pada gambar). Ini untuk berjaga-jaga, ke arah mana trend akan terbentuk.
Namun perlu diingat, strategi ini rentan terkena false breakout (penembusan palsu). Segera batalkan (cancel) order di salah satu sisi jika order yang lain sudah aktif dan harga sudah terkonfirmasi bergerak ke arah tersebut, serta jangan lupa selalu gunakan Stop Loss pelindung.
Saatnya Praktik Langsung!
Memahami jenis chart pattern forex di atas memang merupakan sebuah fondasi untuk para trader. Tapi, pastinya tidak cukup hanya dengan tahu teorinya. Pola-pola ini sebaiknya dipraktikkan langsung.
Daftar sebagai member Traders Family sekarang untuk mulai praktik dan dapatkan fasilitas materi edukasi gratis.
Selanjutnya, agar akurasi entry dan exit Anda semakin kuat, coba kombinasikan chart pattern dengan metode lain seperti Pivot Points. Klik tombol di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.


