Share this Post
Harmonic price patterns bisa dibilang analisis teknikal tingkat tinggi yang sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Namun, jika Anda telah menguasai teknik ini, maka akan semakin besar peluang Anda untuk menemukan titik entry (masuk) dengan potensi profit yang tinggi.
Pengertian, Tujuan, dan Jenis Harmonic Patterns
Harmonic patterns sebenarnya sama saja konsepnya dengan pola grafik pada umumnya di mana digunakan untuk membaca riwayat pergerakan harga di masa lalu untuk memprediksi arah selanjutnya.
Keistimewaan dari pola harmonik ini terletak pada penggunaan rasio matematis Fibonacci untuk mencari titik balik arah harga secara presisi.
Tujuan utama dari penggunaan harmonic patterns adalah untuk membantu trader menentukan kapan sebuah trend akan berbalik arah dan mengukur seberapa panjang pergerakan tersebut akan berlangsung.
Salah satu alat untuk membantu kita mencari pola-pola ini adalah Fibonacci retracement dan extension. Sebagian besar pola harmonik ini mengambil nama-nama hewan berdasarkan bentuk visualnya di grafik.
Strukturnya terdiri dari lima titik harga utama: titik X (awal mula), lalu titik A, B, C, dan berakhir di titik D, sebagai titik entry. Kelima titik ini saling terhubung dan membentuk empat “kaki” pergerakan, yaitu XA, AB, BC, dan CD.
Jika pola yang terbentuk adalah bullish, artinya trend yang sedang turun diprediksi akan segera naik, sedangkan jika yang terbentuk bearish, maka trend yang sedang naik diprediksi akan segera turun.
Ada enam jenis harmonic patterns sebagai berikut:
- ABCD pattern
- Three drives pattern
- Gartley pattern
- Crab pattern
- Bat pattern
- Butterfly pattern
Tips untuk pemula:
- Karena harmonic patterns lumayan rumit, jangan langsung mencoba menghafal semuanya. Pelajari dulu pola dasar ABCD, jika sudah lancar, baru pelan-pelan kenalan dengan para ‘binatang’ seperti Crab, Bat, dan Butterfly.
- Anda juga wajib menunggu sampai salah satu pola terbentuk dengan sempurna sebelum mengambil keputusan untuk jual atau beli.
6 Jenis Harmonic Patterns
Berikut keenam jenis harmonic patterns yang dapat Anda pelajari satu per satu secara bertahap.
1. Pola ABCD
Pola yang pertama adalah ABCD. Untuk mencari pola ini, Anda harus memiliki ketelitian yang tinggi serta pemahaman yang baik dalam hal penggunaan Fibonacci. Garis AB dan CD di pola ini disebut sebagai kaki-kaki, sedangkan garis BC disebut sebagai koreksi.
Jika Anda menggunakan Fibonacci retracement dari titik A ke titik B untuk membentuk kaki AB, maka titik C harus berada di level retracement 0.618. Barulah kemudian terbentuk garis BC.
Lalu, titik D harus berada di level Fibonacci 1.272, setelah itu akan terbentuk garis CD. Hal yang paling penting, level-level retracement ini harus dipatuhi sebelum Anda memutuskan untuk masuk ke pasar. Berikut visualnya:

Berikut ini aturan tambahan (meski tidak wajib dipenuhi) agar Anda mendapatkan ABCD pattern yang lebih ideal:
- Panjang garis AB harus sama dengan garis CD.
- Jumlah candlestick untuk membentuk garis AB harus sama dengan jumlah candlestick untuk membentuk garis CD.
2. Pola Three Drive
Pola Three Drive ini hampir sama dengan pola ABCD. Bedanya, pola ini memiliki tiga kaki (drive) dan dua koreksi. Sama seperti sebelumnya, Anda membutuhkan pengamatan yang jeli serta Fibonacci retracement, dan kesabaran tingkat dewa untuk mencari titik-titik yang membuat pola ini. Berikut contohnya:

Bisa dilihat dari contoh di atas, titik ‘A’ ada di level retracement 0.618 yang didapat dari menarik garis Fibonacci di garis ‘drive 1’. Begitu pun halnya dengan titik B yang berada di level retracement 0.618 yang didapat dari menarik garis Fibonacci dari titik ‘A’ ke titik ‘2’.
Sedangkan untuk titik ‘2’ berada di level extension 1.272 yang didapat dari menarik garis Fibonacci dari titik ‘1’ ke titik ‘A’. Begitu juga dengan titik ‘3’ yang ada di level extension 1.272 yang didapat dari menarik garis Fibonacci dari titik ‘2’ ke titik ‘B’.
Ketika Anda sudah melihat pola di atas terbentuk setelah mengikuti level-level Fibonacci yang ditentukan, maka itulah saatnya Anda masuk ke pasar. Berikut rules tambahan agar Three Drive pattern lebih kuat signal bullish atau bearish-nya:
- Jumlah candlestick untuk membentuk drive 2 harus sama dengan jumlah candlestick untuk membentuk drive 3.
- Jumlah candlestick untuk membentuk koreksi A harus sama dengan jumlah candlestick untuk membentuk koreksi B.
3. Pola Gartley
Pola Gartley bisa dibilang hampir mirip dengan pola ABCD, namun sebelumnya didahului oleh uptrend atau downtrend yang cukup panjang atau tajam pergerakannya. Pola ini adalah koreksi dari trend tersebut yang bentuknya menyerupai huruf ‘M’ (bullish) atau ‘W’ (bearish).
Gartley pattern pada awalnya mungkin akan sulit untuk dilihat, terutama saat Anda menggunakan Fibonacci di grafik Anda. Namun, coba perhatikan contoh di bawah ini.
Dari gambar tersebut, dapat terlihat bahwa pola ini mirip dengan ABCD, tapi punya satu ‘kaki’ tambahan di awal, yaitu garis X ke A. Kunci utama untuk mengenali Gartley adalah dengan melihat bahwa titik akhir D tidak akan pernah melewati atau menembus titik awal X. Jadi, titik X bertindak sebagai batas aman atau pijakan trend-nya.
Berikut ini karakteristik pola Gartley yang didapatkan menggunakan Fibonacci:
- Titik B ada di level retracement 0.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
- Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
- Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 1.272 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
- Sebagai penutup, titik D harus berada di level retracement 0.786 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
4. Pola Crab
Pola berikutnya memiliki bentuk yang mirip dengan kepiting. Maka dari itu sang penemu pola ini, Scott Carney, menamakan pola temuannya dengan nama Crab pattern. Pola ini memiliki rasio reward-to-risk yang paling tinggi (sebanding dengan Bat pattern).
Oleh sebab itu, banyak trader yang menggunakan pola harmonik ini percaya diri untuk memasang stop loss yang cukup dekat. Berikut contoh polanya:
Pola Crab yang baik harusnya memenuhi kondisi sebagai berikut:
- Titik B ada di level retracement 0.382 atau 0.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
- Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
- Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 2.24 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 3.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
- Sebagai penutup, titik D harus berada di level retracement 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
5. Pola Bat
Pola Bat juga ditemukan oleh Scott Carney. Untuk pola yang satu ini, Anda harus menggunakan level retracement yang berbeda dibandingkan dengan pola yang sebelumnya, yakni pola kepiting. Berikut ini contoh gambar dari Bat pattern:
Berikut ini adalah kondisi yang harus dipenuhi untuk mencari sang kelelawar:
- Titik B ada di level retracement 0.382 atau 0.500 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
- Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
- Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 2.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
- Sebagai penutup, titik D harus berada di level retracement 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
6. Pola Butterfly
Pola yang terakhir adalah pola Butterfly (kupu-kupu). Bentuknya mirip dengan kedua pola sebelumnya, namun memiliki perbedaan di level-level Fibonacci yang dibutuhkan. Berikut selengkapnya:
Kondisi yang harus dipenuhi supaya Butterfly pattern bisa terbentuk:
- Titik B ada di level retracement 0.786 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
- Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
- Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 2.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
- Sebagai penutup, titik D bisa berada di level retracement 1.27 atau 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
Jadi, Apakah Pola Ini Cocok untuk Anda?
Di awal-awal, mempelajari harmonic patterns memang terasa seperti menyusun puzzle yang menantang. Namun, bagi yang memiliki kesabaran ekstra dan menyukai keakuratan angka, usaha untuk menguasai strategi ini akan sangat sebanding dengan hasil yang didapatkan.
Kenapa begitu? Karena saat pola-pola ini terbentuk dengan sempurna, Anda mendapatkan signal entry dengan probabilitas menang yang tinggi. Tapi ingat, di dunia forex tidak ada yang namanya ‘pasti’ 100%. Sebagus apa pun polanya, harga tetap bisa berbalik arah. Oleh karena itu, selalu pasang Stop Loss (batas kerugian) agar modal tetap aman.
Kendala dari menggunakan harmonic patterns forex adalah dibutuhkannya ketelitian tingkat tinggi. Misalnya saat Anda membentuk pola Butterfly, masing-masing level retracement harus memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.
Bila salah satu kriteria level retracement tidak terpenuhi, maka pola kupu-kupu tidak akan terbentuk dan pergerakan harga tidak akan menjadi seperti yang diperkirakan.
Selain melalui harmonic patterns, memprediksi pembalikan tren di pasar forex juga bisa dilakukan dengan melihat perbedaan antara pergerakan harga dan indikator momentum. Teknik ini disebut Divergence. Klik tombol di bawah untuk mempelajari!





