Share this Post
Copy trade memang menjanjikan kemudahan karena membuat aktivitas trading menjadi lebih otomatis. Namun ternyata automasi tersebut justru punya risiko besar. Simak penjelasannya agar Anda tidak salah langkah.
Apa Itu Copy Trade?
Copy trade adalah fitur yang membuat seorang trader mengikuti seluruh keputusan transaksi trader lainnya.
Bila Anda melakukan copy trade, Anda benar-benar menyalin semua keputusan trading. Sama sekali tidak ada perbedaan antara transaksi Anda dengan transaksi trader yang Anda ikuti.
Anda akan menyalin jenis pair, entry-exit, take profit/stop loss, hingga modal dan jumlah lot yang digunakan.
Mengapa Orang Tertarik dengan Copy Trade?
Copy trade cenderung disukai trader pemula karena praktis, tidak perlu mempelajari banyak hal terkait analisa teknikal.
Copy trade juga banyak dipilih karena tidak perlu sering-sering mengecek arah pergerakan market. Ini cocok untuk trader yang sibuk ataupun memiliki beberapa akun trading berbeda.
Sayangnya, kemudahan ini justru menimbulkan berbagai risiko baru. Tapi risiko tersebut sangat bisa dihindari sejak awal.
Risiko Copy Trade
Berikut beberapa risiko copy trade yang trader pemula harus tahu.
1. Ketergantungan pada Orang Lain
Profit dan loss Anda benar-benar bergantung pada trader lainnya. Jika trader yang Anda ikuti tiba-tiba mengubah strategi tanpa mempertimbangkan risiko, akun Anda sudah pasti ikut terkena dampaknya.
Padahal, Anda bisa mengurangi risiko dan mengoptimalkan profit dengan cara mempelajari metode, mengelola psikologi, serta memperkuat mental saat trading.
Ketergantungan ini kemudian akan membuat Anda enggan belajar trading dan mengontrol emosi. Padahal, keduanya bisa menyelamatkan Anda dari keputusan trading yang ugal-ugalan.
2. Muncul Overconfidence
Karena semua keputusan trading dibuat secara otomatis, Anda akan cenderung meremehkan risiko. Akibatnya, timbul rasa percaya diri berlebihan (overconfidence).
Overconfidence terjadi karena tidak mengetahui secara pasti tentang strategi dan money management yang digunakan. Akibatnya, Anda tidak mempertimbangkan risiko trading dengan matang.
Sedangkan kenyataannya, terlalu bergantung pada satu trader lain bisa menyebabkan loss yang signifikan jika strategi trading tidak berhasil.
3. Dicurangi Platform Penyedia Copy Trade
Risiko copy trade lainnya yang perlu dikhawatirkan adalah adanya platform yang mengganggu proses trading dan dana yang tersimpan.
Beberapa platform abal-abal bahkan sengaja membuat gangguan platform untuk melakukan kecurangan terhadap klien. Akibatnya, trading bisa dibuat seolah-olah loss atau Anda tidak bisa menarik hasil profit.
Risiko forex copy trade yang satu ini rentan terjadi karena Anda hanya mengikuti seluruh keputusan trading tanpa memahami ciri-ciri platform curang maupun cara trading yang aman.
4. Perlu Biaya yang Lebih Besar
Trading memang memerlukan modal untuk transaksi dan mendapatkan profit. Namun, menggunakan copy trade membuat Anda perlu mengeluarkan biaya lain di luar modal.
Biaya tersebut biasanya untuk servis, komisi, dan spread. Jadi, jumlah profit bersih yang Anda terima bisa lebih kecil daripada profit yang mungkin didapat saat trading mandiri.
5. Tidak Bisa Menghindari Risiko Market
Mungkin, pada momentum tertentu, Anda bisa saja profit dengan suatu metode trading tertentu. Namun, trader yang Anda ikuti menggunakan metode trading lainnya sehingga mengalami loss pada momentum tersebut. Akibatnya, Anda pun ikut loss.
Padahal, risiko ini benar-benar bisa diatasi apabila Anda memiliki metode yang sesuai dengan preferensi dan menjalankannya berdasarkan trading plan.
6. Drawdown Tidak Terkontrol
Setiap trader memiliki toleransi drawdown atau penurunan saldo secara tajam akibat loss besar. Nah, risiko copy trade membuat Anda mengalami drawdown tak terkendali.
Efeknya, dana berkurang drastis dan Anda terkena margin call, yaitu peringatan ketika dana sudah tidak cukup untuk trading.
7. Gaya Trading Tidak Sesuai Karakter Anda
Karena hanya menyalin seluruh strategi dan eksekusi trading, tentu akan ada risiko tidak cocok dengan gaya trading yang Anda ikuti. Ketidakcocokan tidak langsung terasa saat itu juga. Anda perlu waktu untuk memahami pola dan kebiasaan trader yang Anda ikuti.
Ketidakcocokan ini bisa Anda rasakan dari beragam perbedaan, seperti target profit, risiko yang digunakan, dan jangka waktu trading.
Alternatif Copy Trade yang Aman
Bila Anda masih pemula atau memiliki kesibukan yang padat, ada alternatif lainnya untuk menghindari risiko copy trade dengan praktis. Anda bisa mencoba copy signal.
Keduanya memang memiliki konsep yang mirip. Bedanya, copy signal hanya memberikan arahan untuk buy atau sell serta posisi take profit (TP) dan stop loss (SL).
Bahkan, Anda akan tetap melakukan manajemen risiko dan menentukan modal yang akan digunakan. Keputusan di market tetap ada di tangan Anda. Jadi, Anda tetap punya kontrol penuh atas eksekusi trading.
Pastikan lembaga penyedia signal Anda telah berlisensi dan diregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Traders Family telah memiliki lisensi resmi dari Bappebti sebagai penasihat berjangka.
Traders Family juga memberikan jaminan client protection, yaitu jaminan keamanan dengan pengembalian dana kerugian sebesar 100% apabila broker partner Traders Family melakukan kecurangan.
Dengan begitu, risiko copy trade tentu bisa dihindari. Daftar akun melalui aplikasi Traders Family atau website tradersfamily.id untuk bisa melakukan copy signal dari analis terpercaya.

