Share this Post
Banyak broker berlomba-lomba menarik perhatian para investor/trader untuk memilih jasa mereka dengan berbagai iming-iming. Begitu banyak daya tarik yang bahkan terkadang tidak lagi rasional. Seperti pepatah klasik di dunia investasi: “If something sounds too good to be true, it definitely is.”
Kenyataannya, banyak juga trader yang mengeluh akibat transaksi yang mereka lakukan pada broker tertentu tidak berjalan dengan semestinya. Keluhan-keluhan ini marak ditemukan di media-media online seperti forum.
Apakah masalah tersebut murni keteledoran para trader atau memang ada kesalahan yang disengaja untuk mempermainkan mereka?
Broker vs Trader
Broker berfungsi sebagai perantara yang menjembatani trader untuk melakukan transaksi di pasar finansial. Di dalamnya pihak broker maupun trader sama-sama mencari keuntungan. Idealnya, broker meraup keuntungan dari komisi atau biaya layanan (seperti spread) setiap kali trader bertransaksi.
Oleh karena itu, jika Anda menemui broker yang berani memberikan iming-iming spread nyaris nol, leverage yang kelewat tinggi, fasilitas free swap, hingga welcome bonus yang tidak masuk akal, Anda patut mempertanyakan dari mana mereka mendapatkan keuntungan.
Mengapa broker mau mengurangi hak-hak yang layaknya mereka terima dan mengembalikannya ke trader? Broker seperti itu tidak memberikan trader akses langsung ke market yang sesungguhnya. Anda akan trading melawan si broker itu sendiri. Ini berarti kekalahan Anda adalah keuntungan bagi mereka (dan sebaliknya).
Broker-broker nakal ini biasanya beroperasi sebagai ‘bucket shop‘ (bandar ilegal). Perlu diluruskan, sistem bandar atau market maker sebenarnya sah-sah saja asalkan broker tersebut legal dan diawasi ketat oleh regulator resmi. Namun, broker penipu biasanya menyalahgunakan sistem ini karena mereka beroperasi tanpa pengawasan.
Karena tidak ada otoritas yang mengawasi, bisa dipastikan pihak mereka akan menghalalkan segala cara untuk memastikan Anda berujung pada kerugian. Cara tersebut termasuk memanipulasi sistem dari belakang layar.
Bagaimana Broker Penipu Mencurangi Anda?
Ciri-ciri broker penipu yang paling utama adalah tidak memiliki izin dari badan pengawas resmi (seperti Bappebti di Indonesia, atau FCA dan ASIC di tingkat global). Sekalipun misalnya mereka mengekspos sertifikat di website-nya, sering kali itu hanyalah izin pendirian perusahaan biasa atau lisensi yang pengawasannya lemah.
Tanpa aturan yang ketat, broker-broker bodong ini merasa bebas memberikan iming-iming bonus di luar logika untuk menjebak nasabah. Segala keuntungan yang ditawarkan di luar batas kondisi normal, yang tidak bisa diberikan broker resmi pada umumnya.
Beberapa hal terlihat begitu mudah namun sebenarnya berbahaya karena tidak sesuai dengan standar keamanan semestinya. Nilai bonus yang Anda dapatkan hanyalah umpan manis untuk menjebak Anda ke dalam kerugian yang jauh lebih besar.
Berikut beberapa hal curang yang biasanya dilakukan oleh broker penipu untuk mengakali dan memanipulasi transaksi para trader mereka:
1. Adanya Requote ataupun Slippage
Memperlambat eksekusi order adalah salah satu trik yang sering dilakukan oleh para broker penipu. Slippage ketika Anda memasang pending order ataupun dengan terjadinya requote ketika Anda langsung mengakuisisi posisi yang Anda inginkan.
Di pasar finansial yang asli (terutama saat ada rilis berita ekonomi besar), slippage (harga tereksekusi meleset dari pesanan) atau requote memang wajar terjadi karena pergerakan harga yang terlampau cepat. Tapi, broker yang nakal menjadikan hal ini sebagai senjata rahasia.
Mereka akan sengaja membuat kendala-kendala seperti server ‘lag‘ atau melesetkan harga meskipun pasar sedang tenang. Curangnya lagi, mereka menerapkan aturan sepihak. Jika harga meleset dan menguntungkan Anda, order akan dibatalkan (requote).
Tapi jika harga meleset dan merugikan Anda, order akan langsung dieksekusi (slippage negatif). Alasan andalan mereka biasanya adalah ‘koneksi internet trader yang lambat’ atau ‘likuiditas pasar sedang kosong’. Selain itu, celah ini juga digunakan untuk:
- Pelebaran Spread: Meski pelebaran spread wajar terjadi saat volatilitas pasar tinggi, broker bodong sering menjadikannya celah favorit dengan sengaja melebarkannya jauh di luar batas kewajaran.
- Memanipulasi Chart: Broker abal-abal sengaja menutup peluang profit dengan membuat pergerakan chart melompat-lompat atau menahan eksekusi closing. Misalnya, pending order Anda di harga 110, malah dieksekusi di 115 dengan dalih “harga tidak tersedia”. Taktik kotor ini pada akhirnya dilakukan murni untuk memburu Stop Loss Anda.
2. Proses WD yang Sulit
Ada banyak kasus di mana para trader dipersulit untuk melakukan penarikan dana mereka (withdrawal) dengan berbagai alasan. Broker yang curang kerap menahan dana nasabah dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Bahkan, ada yang menjebak trader dengan syarat harus mencapai volume trading tertentu (lot) sebelum dana bisa ditarik.
3. Menghapus Posisi Secara Sepihak
Tidak jarang, broker nakal tiba-tiba membatalkan profit nasabahnya secara sepihak. Mereka biasanya berdalih bahwa trader menggunakan teknik trading yang ‘dilarang’ atau transaksi tersebut dianggap tidak sah oleh sistem mereka.
Memilih Broker dengan Cerdas dan Teliti
Mencari broker yang dapat diandalkan adalah faktor penting utama yang harus dipertimbangkan sebelum memulai trading. Sebaiknya Anda benar-benar mencari tahu terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa broker tempat Anda menanamkan modal.
Apakah broker tersebut termasuk broker yang berkompeten, teregulasi secara resmi dan legal atau hanya broker-broker penebar scam. Banyak promosi menarik bukan berarti sepadan dengan kualitas yang akan didapatkan.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menebak-nebak sendirian. Sebagai penasihat berjangka yang kredibel, Traders Family hadir untuk mendampingi Anda dengan fasilitas edukasi yang transparan sekaligus mereferensikan broker resmi yang terpercaya.


Comments 2
Pingback: 4 Pengalaman Trading yang Dilewati Trader Sukses | Traders Family
Pingback: Kisah Sukses dari Nol Trader Forex | Traders Family